Dosen UAD Bekali Guru PAUD Inklusi dengan Keterampilan Asesmen untuk Mendukung Pendampingan Psikososial Anak
BANTUL — Tim dosen Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yang berasal dari kolaborasi Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan bersama Fakultas Psikologi menggelar pelatihan bagi guru PAUD inklusi di PAUD Inklusi Srawung Bocah, Bantul, pada hari Senin (9/3/2026) dan Selasa (14/4/2026). Kegiatan ini difokuskan pada penguatan pemahaman guru tentang pendampingan psikososial anak serta strategi mengenali kondisi anak secara lebih menyeluruh.
Pelatihan tersebut disusun berdasarkan hasil analisis kebutuhan yang menunjukkan bahwa guru memerlukan penguatan kapasitas dalam memahami kondisi anak secara komprehensif. Kebutuhan ini dinilai penting karena berbagai gangguan perkembangan pada anak kerap berkaitan dengan aspek psikososial yang memerlukan perhatian khusus dalam proses pembelajaran dan pendampingan.
Dalam kegiatan ini, peserta memperoleh penyegaran materi tentang asesmen anak di hari pertama dan dilanjutkan dengan pengenalan konsep Universal Design for Learning (UDL) di hari kedua sebagai salah satu pendekatan untuk merancang pembelajaran yang lebih inklusif di jenjang PAUD. Pendekatan ini dipandang relevan karena memberi ruang yang lebih luas bagi keberagaman kebutuhan belajar anak.
Selama ini, guru umumnya lebih akrab dengan Individualized Education Plan (IEP), yaitu perencanaan pembelajaran individual yang disusun setelah hasil asesmen perkembangan anak diidentifikasi dan diinterpretasikan. Melalui pelatihan ini, wawasan guru diperluas agar tidak hanya berfokus pada perencanaan individual, tetapi juga pada desain pembelajaran yang sejak awal lebih adaptif terhadap keberagaman peserta didik.
Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat, Ega Asnatasia Maharani, menyampaikan outcome dari pelatihan ini.
“Melalui program pelatihan ini, harapannya guru-guru di PAUD inklusi memiliki keterampilan asesmen yang lebih kaya dan semakin bisa membantu mengenal kondisi anak secara utuh,” ujarnya.
Pengelola PAUD Inklusi Srawung Bocah, Nuwuningsih, menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Ia menilai kegiatan semacam ini sangat dibutuhkan untuk mendukung peningkatan kapasitas guru dalam memberikan layanan pendidikan yang lebih responsif terhadap kebutuhan anak.
“Semoga tidak hanya selesai di program ini dan selanjutnya dapat terus berkolaborasi dalam mendukung peningkatan mutu layanan PAUD inklusi melalui penguatan keterampilan guru-guru semacam ini,” tuturnya.
Kegiatan yang berlangsung selama dua kali pertemuan tersebut itu diikuti oleh kurang lebih 15 peserta. Bertempat di ruang bermain PAUD Inklusi Srawung Bocah, pelatihan berlangsung dengan antusias dan menunjukkan kesungguhan peserta dalam mengikuti setiap sesi. Pelatihan ini masih akan dilanjutkan dengan sesi praktik pemanfaatan tiga jenis instrument terstandar yang meliputi Strength and Difficulties Questionnaire (SDQ), Child Behavior Checklist (CBCL), dan proses Functional Behavior Analysis (FBA) untuk memperkayata variasi alat asesmen formal untuk penyusunan profil peserta didik. (PSR)


