PGPAUD UAD Tingkatkan Kompetensi Guru PAUD melalui Pelatihan Penyusunan Cerita Berbantuan AI untuk Mendukung Literasi dan Pembelajaran STEAM
Yogyakarta – Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bekerja sama dengan Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Nitikan Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Pelatihan Penyusunan Cerita Berbantuan Artificial Intelligence (AI) bagi Guru PAUD untuk Mendukung Literasi dalam Pembelajaran STEAM.” Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim dosen yang terdiri atas Avanti Vera Risti Pramudyani, M.Pd. dari Program Studi PGPAUD dan Denik Wirawati, S.Pd., M.Pd. dari Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), dengan dukungan tim mahasiswa PGPAUD yang terdiri atas Delani Restu Ihsani, Siti Zulaiha Maharani, dan Nisrina Nur Wulandari. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam mengembangkan media pembelajaran yang inovatif, kreatif, dan adaptif melalui pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI).
Literasi dan STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) merupakan dua fondasi penting dalam pembelajaran abad ke-21. Literasi tidak lagi dimaknai sebatas kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup kemampuan memahami informasi, mengemukakan gagasan, berkomunikasi, serta memaknai pengalaman dalam kehidupan sehari-hari. Sementara itu, pembelajaran STEAM memberikan kesempatan kepada anak untuk bereksplorasi, memecahkan masalah, berpikir kritis, berkreasi, dan berkolaborasi melalui pengalaman belajar yang kontekstual dan menyenangkan. Integrasi literasi dan STEAM juga mendukung terwujudnya pendidikan inklusif karena memberikan ruang bagi setiap anak untuk belajar sesuai karakteristik, kebutuhan, dan kemampuannya.
Sebagai implementasi dari konsep tersebut, tim pengabdian menyelenggarakan pelatihan bagi guru-guru PAUD di bawah pengelolaan PRA Nitikan Yogyakarta. Kegiatan dilaksanakan secara luring dalam dua termin. Termin pertama berlangsung pada 16–17 April 2026 di TK ABA Nitikan, sedangkan termin kedua dilaksanakan pada 29–30 Juni 2026 di Kampus 4 Universitas Ahmad Dahlan. Selama pelatihan, peserta memperoleh materi mengenai penguatan literasi sebagai fondasi pembelajaran STEAM, teknik penyusunan cerita anak, strategi mendongeng yang interaktif, serta pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) sebagai alat bantu dalam mengembangkan ide cerita, ilustrasi, dan media pembelajaran.
Peserta tidak hanya memperoleh materi secara konseptual, tetapi juga mengikuti berbagai sesi praktik. Guru dilatih menyusun cerita yang relevan dengan kehidupan anak, mengintegrasikan unsur-unsur STEAM ke dalam alur cerita, memanfaatkan AI secara bertanggung jawab dalam proses kreatif, hingga mempraktikkan teknik membacakan cerita secara ekspresif dan interaktif agar mampu meningkatkan keterlibatan anak dalam pembelajaran.
Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan guru dalam menyusun serta menyampaikan buku cerita yang mengintegrasikan literasi dan pembelajaran STEAM. Guru menjadi lebih percaya diri dalam memanfaatkan teknologi AI sebagai pendukung proses kreatif tanpa mengurangi peran profesional mereka sebagai pendidik. Berbagai produk cerita yang dihasilkan peserta menunjukkan kreativitas serta kemampuan menghubungkan pengalaman sehari-hari anak dengan konsep-konsep STEAM secara sederhana dan bermakna.
Avanti Vera Risti Pramudyani, M.Pd., menyampaikan “Melalui kegiatan ini, PGPAUD UAD dan PRA Nitikan Yogyakarta berharap guru PAUD semakin siap menghadirkan pembelajaran yang inovatif, inklusif, dan berpusat pada anak. Buku cerita yang dikembangkan diharapkan menjadi media belajar yang mampu menumbuhkan minat literasi sekaligus mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, komunikatif, dan kolaboratif sejak usia dini. Dampak jangka panjang dari kegiatan ini adalah meningkatnya kapasitas guru dalam menciptakan kelas yang lebih aktif, menyenangkan, adaptif terhadap keberagaman kebutuhan anak, serta mendukung terwujudnya pendidikan anak usia dini yang berkualitas di era digital.”


