FKIP UAD dan Prodi PG PAUD UAD Gelar Achievement Motivation Training untuk Pencegahan Bullying di Pondok Pesantren
Yogyakarta – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bekerja sama dengan Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) UAD menyelenggarakan Achievement Motivation Training (AMT) bertema “Pencegahan Perundungan di Sekolah” pada Selasa, 14 Juli 2026, di MA Nurul Ummah Kotagede, Yogyakarta. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen FKIP UAD dalam mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk perundungan (bullying), khususnya di lingkungan pondok pesantren.
Kegiatan diikuti oleh santri baru kelas X dan XII sebagai bekal awal dalam membangun karakter, memperkuat motivasi belajar, serta menanamkan nilai-nilai empati dan saling menghormati antarsantri. Masa remaja merupakan periode yang sarat dengan dinamika perkembangan emosional, sosial, dan akademik. Di sisi lain, kehidupan di pondok pesantren yang menuntut kemandirian karena jauh dari keluarga menjadikan para santri perlu memiliki kemampuan beradaptasi serta membangun hubungan sosial yang sehat.
Dalam sesi pelatihan, peserta memperoleh pemahaman mengenai berbagai bentuk bullying yang berpotensi terjadi di lingkungan pendidikan, meliputi bullying fisik, bullying verbal dan emosional, bullying sosial, bullying seksual, serta cyberbullying. Materi juga mengulas penyebab, dampak, serta strategi pencegahan yang dapat dilakukan baik oleh individu maupun institusi pendidikan.
Disampaikan bahwa perilaku bullying yang terjadi secara berulang dapat memberikan dampak serius terhadap kesehatan mental, kepercayaan diri, prestasi belajar, hingga kondisi fisik korban. Oleh karena itu, pencegahan bullying harus menjadi tanggung jawab bersama seluruh warga sekolah dan pondok pesantren.
Dalam kegiatan tersebut juga ditekankan pentingnya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pimpinan pondok pesantren, musyrifah atau pendamping santri, tim kurikulum, guru, tenaga kependidikan, hingga para santri sendiri. Sinergi seluruh elemen tersebut diharapkan mampu menciptakan budaya sekolah yang ramah anak, aman, dan menghargai keberagaman.
Selain penyampaian materi, kegiatan dikemas secara interaktif melalui diskusi, refleksi, serta sesi relaksasi. Pada sesi penutup, para santri diajak merenungkan makna kebersamaan dan menyadari bahwa kehidupan di pondok pesantren merupakan sebuah keluarga besar yang dibangun atas dasar kasih sayang, kepedulian, saling menghormati, serta semangat untuk saling menjaga.
Koordinator kegiatan menyampaikan bahwa pendidikan karakter tidak cukup hanya diberikan melalui pembelajaran di kelas, tetapi juga perlu diwujudkan melalui penguatan nilai-nilai kemanusiaan dalam kehidupan sehari-hari.
“Bullying bukanlah persoalan sederhana atau sekadar candaan antarteman. Dampaknya dapat memengaruhi kesehatan mental, perkembangan psikologis, bahkan masa depan peserta didik. Karena itu, pencegahan harus dilakukan secara bersama-sama dengan membangun budaya saling menghargai, berempati, dan berani menjadi pelindung bagi teman yang membutuhkan.”
Melalui Achievement Motivation Training ini, FKIP UAD dan Prodi PG PAUD UAD berharap para santri mampu menjadi agen perubahan yang menolak segala bentuk perundungan serta aktif membangun lingkungan belajar yang positif, aman, dan penuh kepedulian. Kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran para pengelola pondok pesantren bahwa penanganan bullying memerlukan langkah yang sistematis, berkelanjutan, dan melibatkan seluruh stakeholder pendidikan.
Program ini menjadi salah satu bentuk implementasi tridarma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, melalui kontribusi nyata FKIP UAD dalam mendukung pendidikan karakter, kesehatan mental peserta didik, serta penguatan budaya sekolah yang bebas dari bullying.



